Terjadi Kecelakaan Karambol di Banyumas, Pahami Lagi Jarak Aman Berkendara

Terjadi Kecelakaan Karambol di Banyumas, Pahami Lagi Jarak Aman Berkendara

terjadi di  Purwokerto-Tegal, tepatnya di depan Pasar Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (8/12/2021) pagi.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit truk dengan nomor polisi (nopol) L 8893 UH, Toyota Avanza nopol R 8465 FS, mobil pikap, dan sepeda motor nopol R 2111 A. Dalam kejadian tersebut, seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian.

Kanit Laka Polresta Banyumas AKP R Manggala menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat truk melaju dari arah barat dengan kecepatan rendah.

"Sesampainya di lokasi kejadian, ada mobil Avanza keluar dari pasar, dari utara yang akan berbelok ke arah barat," kata Manggala dilansir , Rabu (8/12/2021).

Diduga karena jarak yang sudah dekat truk tidak bisa menghindar dan menabrak bagian depan Avanza.

Untuk menghindari kejadian tersebut, sebaiknya pengemudi paham mengenai teknik berkendara di jalan. Salah satu yang terpenting, adalah  atau jarak aman ketika mengikuti kendaraan di depan.

Peraturan tentang menjaga jarak aman juga dituliskan dalam Pasal 62 PP nomor 43 tahun 1993 tentang prasarana dan lalu lintas jalan, yang mengatur bahwa pengemudi pada waktu mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga jarak dengan kendaraan yang berada didepannya.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, jarak aman atau di berbagai negara dunia kebanyakan dihitung dari kombinasi waktu persepsi dan mekanikal.

"Dalam kondisi ideal untuk mobil kecil jarak yang harus diantisipasi dua sampai tiga detik, tapi kalau bus dan kendaraan besar itu lima sampai delapan detik dalam kondisi ideal," kata Jusri kepada belum lama ini.

Hitungan jarak waktu ditentukan dari perhitungan waktu reaksi manusia dan waktu reaksi mekanikal. Jusri mengatakan waktu reaksi manusia dari melihat sampai dengan mengambil tindakan untuk melakukan pengereman memerlukan waktu 1 detik sampai 1,5 detik dalam kondisi normal, karena berbicara mengenai keselamatan maka dibulatkan menjadi dua detik.