Teknologi yang Bikin Prius PHEV Hemat Bahan Bakar

Teknologi yang Bikin Prius PHEV Hemat Bahan Bakar

– Toyota  Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menjadi salah satu peserta pada   (KOC) 2021. Pada KOC kali ini, redaksi mencari kendaraan dengan emisi terendah alternatif dari kendaraan listrik berbasis baterai.

Setelah menjelajah sekitar 624,9 kilometer dengan rute Jakarta-Cirebon-Semarang-Solo-Yogyakarta,  berhasil mencatatkan  19,47 km per liter yang dihitung dengan metode full to full.

tersebut didapatkan dengan kondisi mobil dibawa dalam kecepatan tinggi di tol dan berkeliling di perkotaan. Lalu bagaimana Prius PHEV bisa punya konsumsi bahan bakar yang hemat?

Prius PHEV bisa dibilang kendaraan yang satu tingkat di atas hybrid dalam soal kecanggihannya. Layaknya kendaraan hybrid, Prius PHEV punya dua sumber tenaga untuk menggerakkan rodanya, mesin bensin konvensional dan motor listrik.

Untuk mesin, Prius PHEV menggunakan mesin 1.798 cc Hybrid Synergy Drive yang menghasilkan tenaga 96,5 TK di 5.200 rpm dan torsi 142 Nm di 3.600 rpm. Sedangkan untuk motor listriknya menghasilkan tenaga 71 TK dan torsi 163 Nm.

Kedua sumber tenaga tadi bekerja beriringan ketika mobil dikendarai. Jika berjalan dalam kecepatan yang konstan, mesin bensin turut mengisi baterai yang ada di bagasi Prius PHEV.

Kemudian ketika dikemudikan di kecepatan rendah, mobil berjalan dengan kondisi full listrik, sehingga bahan bakar tidak terpakai sedikit pun. Perbedaan dengan hybrid biasa, Prius PHEV punya kapasitas baterai lebih besar (25 Ah) dan bisa dicas lewat colokan di bagian kanan kendaraan.

Ketika baterai dalam kondisi penuh, Prius PHEV bisa berjalan dengan electric mode. Memang dengan kapasitas penuh, Prius PHEV punya jarak tempuh yang tidak begitu jauh, sekitar 40 km sampai 60 km.

Namun perlu diingat, ketika Prius PHEV menggunakan mode electric, tidak ada bahan bakar yang terbuang. Tentu saja tambahan 40 km sampai 60 km ini sangat membantu konsumsi bahan bakar dari Prius PHEV dibanding kendaraan dengan mesin konvensional.