Subaru Solterra, SUV Listrik Perdana Kolaborasi dengan Toyota

Subaru Solterra, SUV Listrik Perdana Kolaborasi dengan Toyota

–  akhirnya resmi mengenalkan  listrik perdana, . Mobil merupakan battery electric vehicle (BEV) yang dikembangkan Subaru bersama Toyota.

Mobil listrik ini akan dijual pertama kali di AS, Kanada, dan Eropa pada 2022. Namun sampai sekarang Subaru belum mengumumkan perihal harganya.

Dilansir dari  (22/11/2021), Solterra akan hadir dalam varian penggerak roda depan dan semua roda (AWD).

Mobil ini ditenagai synchronous motor AC 150kW (201 tk) untuk penggerak roda depan, atau sepasang motor 80kW (107 tk) untuk varian AWD yang menggerakkan setiap poros. Total tenaga untuk penggerap semua roda mencapai 160kW (214 tk).

Kedua model menggunakan baterai 71,4kWh yang ditempatkan di bawah lantai kendaraan. Dengan baterai ini, Subaru memperkirakan mobil bisa menempuh jarak sekitar 530 km. Sedangkan untuk varian AWD lebih rendah, dengan jangkauan sekitar 460 km.

Saat baterai hampir habis, Solterra dapat melakukan pengisian cepat DC hingga 150kW. Meski begitu, Subaru tidak memberikan perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Sebagai perbandingan, Toyota mengatakan bahwa BZ4X-nya, yang dibangun di atas platform EV yang sama, akan membutuhkan waktu 30 menit untuk mengisi daya hingga kapasitas 80 persen.

Untuk diketahui, BZ4X juga akan keluar pada tahun 2022 dan akan dibangun di atas platform bersama ini, yang oleh Toyota disebut e-TNGA dan Subaru disebut e-Subaru.

Berbeda dengan BZ4X, Solterra tampaknya memiliki interior dan setir yang normal. Sementara Toyota menyertakan setir yang mirip dengan kemudi pesawat.

Subaru mengatakan bahwa seperti SUV bermesin bakar internal lainnya, Solterra akan menampilkan sistem kontrol X-Mode AWD yang dapat meningkatkan rasa aman saat berkendara di jalan yang kasar.

Mobil ini juga memiliki fitur Grip Control Function yang memungkinkan mobil berjalan dengan kecepatan konstan sambil menstabilkan kendaraan, bahkan di jalan semi offroad.