Sering Disepelekan, Begini Cara Pasang Sabuk Pengaman yang Benar

Sering Disepelekan, Begini Cara Pasang Sabuk Pengaman yang Benar

Penggunaan   saat berkendara saat ini sudah menjadi kewajiban. Fitur keselamatan ini mampu menghindari cedera lebih fatal saat terjadi kecelakaan.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 106 ayat (6).

Sebagai sanksi, bagi pengemudi maupun  di samping yang tidak mengenakan  akan dikenakan denda Rp 250.000 atau kurungan penjara selama satu bulan.

Oleh sebab itu, bagi para pengemudi maupun penumpang yang duduk di samping pengendara jangan sampai mengabaikan penggunaan sabuk keselamatan. Agar berfungsi optimal, cara memakainya pun harus benar.

Training Director The Real Driving Centre (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, saat memasang sabuk pengamanan harus diperhatikan, jangan sampai melintir karena akan mengurangi fungsi sebagai pengaman.

“ harus terpasang rapi dan tidak melintir,” ucap Marcell kepada  belum lama ini.

Sementara untuk pemasangan sabuk pengaman yang benar letak sefety belt harus berada di pundak, dan di bawah pusar.

“Yang bagian atas di pundak, kemudian yang bawah di bawah pusar. Karena di titik tersebut terdapat tulang yang kuat untuk menahan badan kita bila terjadi tabrakan,” katanya.

Selain itu, yang perlu diingat lagi adalah saat memasang sabuk pengaman harus dipastikan sudah terkunci dengan benar.

Hal ini biasanya ditandai dengan terdengar bunyi klik. Bunyi tersebut menandakan bahwa sabuk pengaman sudah terkunci dengan benar.

Marcell menambahkan, sabuk pengaman sebaiknya tidak hanya digunakan untuk pengemudi maupun penumpang yang ada disamping pengemudi. Tetapi juga bisa dikenakan oleh penumpang yang duduk di belakang pengemudi maupun penumpang di depan.

“Dengan mengenakan sabuk pengamanan, maka penumpang akan lebih aman saat terjadi tabrakan atau benturan,” kata dia.

Hal ini karen penumpang di belakang tidak akan terpental dan tetap terjaga karena adanya sabuk pengaman.