Perjalanan Jakarta-Ungaran, Ini Konsumsi BBM All New Honda BR-V

Perjalanan Jakarta-Ungaran, Ini Konsumsi BBM All New Honda BR-V

Setelah resmi dipasarkan dan diproduksi di Indonesia,  akhirnya dapat dijajal secara langsung oleh redaksi  selama dua hari penuh.

Tak tanggung-tanggung, pengujian langsung mengambil trek panjang dari Jakarta menuju Ungaran, Jawa Tengah dengan jarak sekitar 450 kilometer di jalur kombinasi (perkotaan dan tol).

Lantas berapa konsumsi bahan bakarnya? Untuk diketahui, di kesempatan ini kendaraan yang digunakan ialah varian tertinggi dari , yaitu Prestige CVT dengan Honda Sensing.

Perjalanan tersebut dilakukan secara konvoi dengan pengamanan petugas Kepolisian RI. Sehingga, cukup teratur namun putaran mesin tidak konstan atau terjaga (eco driving), khususnya ketika masuk ke jalur perkotaan.

Pada jalur tertentu (tol), kecepatan mobilbisa tembus sampai 160 kpj supaya bisa mengejar barisan.

Lalu selama di jalan, seluruh fitur yang ada di mobil diaktifkan termasuk AC dan teknologi keselamatan aktif Honda Sensing seperti Adaptive Cruise Control.

Secara umum, tidak ada catatan khusus terkait performa yang diberikan oleh mesin berkode L15-ZF yang mampu menghasilkan tenaga 121 dk dan torsi 145 Nm ini.

Hanya saja tidak ada fitur overdrive di mobil sehingga ketika kecepatan berkurang secara signifikan dan Adaptive Cruise Control aktif, mesin akan berusaha dengan keras agar mencapai titik semula.

Dalam penggunaan jangka menengah, hal ini bisa membuat konsumsi dari mobil menjadi boros. Meskipun selama pengujian, hanya tiga orang saja yang menempati kursi All New BR-V.

Setelah berjalan selama 7 jam 15 menit dengan total lima kali berhenti untuk istirahat dan makan siang, MID menunjukkan rata-rata konsumsi bahan bakar  baru ini ialah 14,8 kpl.

Tingkat konsumsi BBM itu tentu bisa berbeda tergantung karakteristik dari pengendaranya. Misal saja di All New BR-V yang dikendarai awak media lain, bisa tembus sampai 16 kpl.

Menurut dia, hal tersebut dikarenakan mobil terus berjalan di kecepatan konstan dan tidak melebihi 145 kpj.