Mobil Sering Diisi Premium, Ketahui Efek Sampingnya pada Mesin

Mobil Sering Diisi Premium, Ketahui Efek Sampingnya pada Mesin

- Penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis  masih menjadi wacana, karena sampai sekarang tetap dijual oleh pemerintah. Padahal, ada efek samping pada mesin jika memakai bahan bakar tersebut.

Untuk diketahui, Premium memiliki nilai  paling rendah di antara BBM lainnya. Bahan bakar ini memiliki  (RON) 88.

Salah satu alasan Premium paling banyak digunakan adalah karena BBM ini disubsidi pemerintah. Sehingga, harga per liternya jadi terjangkau alias murah.

Totok Trilaksono, Kepala Bengkel Auto2000 Kenjeran B&P, mengatakan, ada beberapa komponen pada mesin yang bisa cepat rusak karena pemakaian Premium.

Pertama, filter bensin. Totok mengatakan, tidak ada panduan mengenai kapan umur penggantiannya. Namun, biasanya dilakukan ketika ada gejala saja atau saat diperiksa sudah tidak layak digunakan.

“Jika gejalanya sudah mampet-mampet kita ganti. Jadi ini juga tergantung dari kualitas bahan bakarnya sendiri,” ujar Totok, kepada , beberapa waktu lalu.

Kedua, pengaruh pada . Penggunaan Premium secara terus menerus akan membuat usia pakai komponen ini menjadi lebih singkat.

“ itu normalnya 20.000 km, tapi tapi busi sekarang ini sudah iridium jadi 100.000 baru diganti. Nah itu bisa lebih cepat digantinya jika masih nekat pakai Premium,” kata Totok.

Ketiga, . Mesin akan mengalami knocking atau ngelitik. Sehingga, kemungkinan besar harus membongkar bagian cylinder head untuk membersihkan kerak karbon.

“Bongkar itu mahal, di mana biayanya berkisar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Itu dilakukan kalau pakai cairan kimia masih belum bisa bersih,” ujar Totok.

Keempat, tangki bahan bakar. Bagian ini perlu dikuras lebih sering, sekaligus juga untuk mengetahui kondisi filter bensin.