Mendengarkan Musik Sambil Mengemudi Bukan Obat Mengantuk

Mendengarkan Musik Sambil Mengemudi Bukan Obat Mengantuk

- Saat melakukan perjalanan jauh, rasa kantuk dan jenuh seringkali tidak dapat dihindari. Durasi perjalanan yang lama dan pemandangan yang monoton bisa menjadi pemicunya.

Ada beberapa hal yang biasa dilakukan untuk mengurangi rasa kantuk tersebut. Beristirahat sejenak, mengkonsumsi minuman berkafein, ataupun mendengarkan musik sembari melanjutkan perjalanan.

Mendengarkan musik selama perjalanan mungkin menjadi hal yang kerap dilakukan, namun hal ini tidak sepenuhnya aman untuk pengemudi, khususnya sopir yang sudah mulai mengantuk dan letih.

"Sebetulnya itu (mendengarkan musik) menyiasati aja. Mendengarkan musik, minum kopi, minum stimulan atau merokok, itu siasat pengemudi supaya tidak ngantuk. Padahal, otaknya sebetulnya sudah sampai maksimal tuh, udah panas," ujar Sony pada , Senin (3/1/2022).

Menurut Sony, siasat-siasat tersebut memang membuat pengemudi merasa seakan mereka tidak mengantuk. "Matanya tidak ngantuk. Tapi, otaknya yang 'tidur' nanti," ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa mendengarkan musik sambil berkendara saat kondisi mengantuk tidak aman dan tidak disarankan untuk dilakukan.

"Dia (pengemudi) harus segera atur, di mana dia harus segera berhenti. Mengemudi maksimal tiga jam, lakukan perenggangan terhadap otot, saraf dan otak," ujarnya.

Pada akhirnya, siasat terbaik untuk mengatasi rasa kantuk di perjalanan adalah tidur.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan bahwa tidak ada jalan lain untuk mengatasi rasa kantuk selain tidur.

"Obat ngantuk hanya tidur, segala usaha menahan ngantuk tidak ada yang efektif," ujar Marcell pada , Senin (3/1/2022).

Ia menegaskan, bahwa pengemudi sebaiknya istirahat yang cukup khususnya sebelum mengemudi jarak jauh.

"Lakukan power nap, tidur 15-30 menit, istirahat setiap dua jam sekali. Pada istirahat ketiga, wajib power nap lagi. Jangan memaksakan diri," kata dia.