Impresi Berkendara Hyundai Staria, Ternyata Tidak Terasa Besar

Impresi Berkendara Hyundai Staria, Ternyata Tidak Terasa Besar

Setelah menikmati desain, fitur, dan ruang penumpangnya, kami langsung beranjak ke balik kemudi   untuk langsung mencoba  .

Sesaat duduk di ruang kemudi, rasa  atas mobil ini seketika hilang. Hal tersebut dikarenakan jarak antara ban dengan tempat duduk dibuat cukup tinggi.

Kemudian, joknya juga dibuat tebal sehingga menambah tinggi posisi untuk berkendara. Sementara diameter stir kemudi sangat pas digenggaman, tak terlalu besar yang bisa diatur tilt maupun telescopic.

Melihat ke samping, posisi garis sabuk pengaman dibuat rendah sehingga visibilitas pengemudi menjadi luas dan jelas. Bagian ini juga bisa dijadikan sandaran tangan bila dibutuhkan selama beraktivitas.

Mendapat posisi berkendara yang egronomis juga sangat mudah di mobil ini karena jok dan stir bisa diatur berbagai posisi, menyesuaikan tubuh si pengemudinya.

Namun memang  banyak soft touch yang bisa dinikmati. Untuk sandaranga tangan pun hanya bisa di sebelah kanan yang menyatu oleh kaca atau jendela.

Ketika mesin dinyalakan melalui tombol start/stop, suara mesin 2.199 cc diesel CRDi dengan empat silinder langsung meraung. Tapi tenang saja, bagi penumpang maupun pengemudi tidak akan terganggu karena level peredaman suara mobil sudah tinggi.

Sesaat pedal gas diinjak, mobil langsung memberikan respons dengan cepat.  heran, mengingat torsi mobil mencapai 430 Nm hingga putaran 3.800 rpm.

Karakteristik Staria yang garang langsung  saat putaran mesin mencapai 3.000 rpm ke atas. Mencapai kecepatan 100 kpj bahkan bukan persoalan sulit tetapi raungan mesinnya jadi sedikit kentara.

Menariknya, membawa Staria  tidak menakutkan karena apabila dilihat dari luar, dimensinya begitu lebar. Rasanya, seperti mengendarai mobil SUV pada umumnya saja.