Biaya Perawatan Kia Sonet 100.000 Km, Tembus Rp 14 Juta

Biaya Perawatan Kia Sonet 100.000 Km, Tembus Rp 14 Juta

Setelah membahas desain, interior, perfoma serta fitur , kini giliran mengulik sedikit soal   atau kepemilikannya.

Berada di segmen SUV murah dengan rentang harga  193 juta hingga Rp 289 juta, Kia Sonet memiliki beragam fitur yang cukup menarik dibandingkan kompetitor lainnya.

Lantas bagaimana dengan biaya pemeliharaan atau kepemilikannya selama 100.000 , atau biasa diasumsikan setara dengan 5 tahun pemakaian.

Dari data yang tim redaksi dapatkan, biaya perawatan Kia Sonet varian tertinggi yakni Premiere iVT, sampai dengan 50.000  atau biasa setara 3-4 tahun pemakaian, totalnya mencapai Rp 5.130.200.

Jumlah tersebut dengan catatan gratis biaya jasa sampai dengan 50.000 km. Sementara untuk rincian perawatannya, pada  10.000 Km konsumen dikenakan biaya sebesar Rp 778.800 untuk pergantian oli mesin, oli filter, serta gasket oli drain plug.

Pada servis berikutnya di 20.000 km biaya naik menjadi Rp 1.309.300 dengan adanya dua item tambahan, yakni filter AC dan udara. Kemudian pada servis berkala 30.000 km biayanya sama seperti di 10.000, termasuk pada 50.000 km.

Namun untuk perawatan berkala di 40.000 km, biaya menjad lebih mahal karena adanya penggatian cairan pengereman serta filter AC dan udara, sehingga menjadi Rp 1.484.500.

Mulai dari perawatan berkala 60.000 km konsumen sudah dikenakan biaya jasa dari bengkel setiap melakukan servis rutin.

yang harus ditanggung konsumen pada perawatan di 60.000 km sebesar Rp 2.484.800. Nominal tersebut lebih besar dibandingkan dengan biaya perawatan di km berikutnya lantaran adanya jasa servis dan pergantian filter bahan bakar.

Sementara pada 70.000 km biaya yang harus dibayar Rp 1.178.800, lalu naik menjadi Rp 2.424.000 pada 80.000 km. Pada km 90.000 total servis yang dikeluarkan kembali Rp 1.178.000, dan naik menjadi Rp 2.007.800 saat menyentuh 100.000 Km.

Sehingga, seluruh biaya perawatan yang harus disiapkan calon pemilik Kia Sonet sebesar Rp 14.405.400. Bila dirinci lagi, setidaknya konsumen perlu menabung sekitar Rp 240.090 setiap bulannya, dengan asumsi total biaya tadi dibagi dengan jumlah bulan selama 5 tahun.