Belajar dari Kasus Mercy yang Lawan Arah hingga Tabrak 2 Mobil

Belajar dari Kasus Mercy yang Lawan Arah hingga Tabrak 2 Mobil

– Belum lama ini, terjadi  yang melibatkan satu Mercedes-Benz dengan dua mobil lainnya di  Lingkar Luar Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Diketahui bahwa mobil Mercy berwarna hitam tersebut berjalan melawan arus atau arah. Kemudian, mobil yang lawan arus tadi menabrak dua kendaraan yang posisinya ada di lajur kanan.

Berdasarkan keterangan polisi, pengemudi yang lawan arah tersebut tidak mengingat apa yang dia lakukan. Dugaan sementara si pengemudi memiliki kondisi demensia atau menurunnya kemampuan berpikir dan mengingat.

Jika melihat kejadian seperti ini, memang jarang terjadi di jalanan. Namun, sekalinya terjadi, bisa merugikan pengguna jalan lain, layaknya dua mobil yang ditabrak Mercy hitam tersebut.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, banyak kemungkinan terjadi hal-hal yang berbahaya di jalan raya dan bisa menimpa siapa saja.

Hal pertama yang bisa dilakukan pengemudi agar tetap aman saat di  adalah dengan menjaga jarak aman. Jaga jarak aman ini berguna agar pengemudi bisa mengantisipasi bertemu hal tidak diduga di depannya.

“Jaga jarak untuk antisipasi pengemudi yang kondisinya seperti ini. Biasanya 10 detik pertama dari kejadian yang dilihat, apa yang dipikirkan kita adalah men-judge, bukan menghindar. Ini bukan masalah benar atau salah, tapi cari aman,” ucapnya kepada , Senin (29/11/2021).

Kemudian, selalu berpikir positif untuk selalu fokus mewaspadai kondisi-kondisi berbahaya. Dengan begitu, pengemudi bisa bereaksi dengan benar ketika berhadapan dengan kondisi yang membahayakan.

“Ketiga, selalu bergerak dengan batas kecepatan yang sesuai aturan. Sehingga, pengemudi bisa membaca dengan jelas potensi-potensi bahaya di depannya,” kata Sony.