Begini Tata Cara Istirahat yang Baik Saat Perjalanan Jauh

Begini Tata Cara Istirahat yang Baik Saat Perjalanan Jauh

– Aktivitas bepergian jarak jauh saat ini kembali ramai dilakukan pengemudi di Indonesia. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, bepergian dengan mobil pribadi terasa lebih aman dibanding naik transportasi umum.

Namun perlu diperhatikan ketika bepergian dengan mobil pribadi apalagi jarak jauh adalah mengenai .  jarak jauh tentu memakan waktu yang panjang, jadi jangan sampai dipaksakan ketika sudah kelelahan.

Ketika  dalam kondisi kelelahan, tentu konsentrasi dari pengemudi bisa berkurang. Efeknya, pengemudi bisa saja tertidur sehingga mobil kehilangan kendali dan terjadi kecelakaan.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, jika merujuk ke negara lain, pengemudi diwajibkan beristirahat setiap dua jam sampai tiga jam setelah mengemudi.

“Dua jam sampai tiga jam pertama, istirahat untuk lakukan peregangan, bisa dilakukan 15-30 menit saja. Terus dua jam sampai tiga jam kedua, bisa peregangan ditambah tidur,” ucap Jusri kepada , belum lama ini.

di tengah perjalanan hanya bisa dilakukan dengan sebentar, tidak melebihi dari tidur 30 menit. Jusri mengatakan, kualitas istirahat yang paling bagus yaitu tidur, tapi jangan lebih dari 30 menit atau biasa dikenal dengan power nap.

“Tidur lebih dari 30 menit, akan mengalami sleep disturbance atau kerusakan proses tidur yang sebenarnya. Kalau tidur melebihi satu jam saat perjalanan maka kualitas tidurnya tidak nyaman, saat bangun, moodnya jadi kurang baik,” kata Jusri.

Jadi saat perjalanan, lebih baik melakukan power nap, tidur 15 menit sampai 30 menit saja. Power nap sudah cukup memberikan kebugaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan. Tetapi pengemudi tidak dibenarkan menyetir lebih dari 10 jam dalam sehari.

“Kalau sudah mengemudi 10 jam, bagaimana pun harus berhenti. Kalau ingin melanjutkan perjalanan, dia harus beristirahat minimal tujuh jam,” kata dia.