Adu Irit BBM DFSK Super Cab Bermuatan Penuh

Adu Irit BBM DFSK Super Cab Bermuatan Penuh

- Redaksi  kembali menerima tantangan dari pabrikan mobil asal China, , untuk lomba adu   salah satu produk andalannya, di Surabaya, Jawa Timur (14/10/2021).

Kali ini produk yang digunakan untuk uji efisiensi BBM adalah Super Cab 1.5L gasoline. Super Cab merupakan kendaraan komersial ringan bermodel  yang diklaim  dan juga punya banderol terjangkau, Rp 135.990.000 (on the road Jakarta).

"DFSK Super Cab dirancang oleh para insinyur kami untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia, baik dari segi konstruksi, fungsi, tenaga, hingga konsumsi  yang ideal bagi konsumen kami. Kami berharap kehadiran DFSK Super Cab, bisa menjadi solusi mobilitas yang dibutuhkan serta memberikan keuntungan yang lebih banyak bagi usaha konsumen kami. Pada akhirnya, peningkatan usaha ini akan membantu perekonomian negara untuk terus bergerak dan semakin baik di masa mendatang," ungkap PR dan Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi, dalam keterangan resmi Kamis (14/10/2021).

Ada 5 unit Super Cab yang digunakan untuk lomba adu irit. Setiap mobil diisi oleh 2 orang peserta. Bak mobil diisi muatan berupa sak semen dengan total bobot 1 ton.

Metode pengujian kali ini menggunakan teknik full to full  dan bahan bakar yang digunakan adalah Pertalite. Adapun rute berjarak 62 km dengan beberapa titik point dealer DFSK di Surabaya.

Start dari Ikan Bakar Cianjur Tegalsari menuju dealer DFSK di HR Muhammad, lanjut ke DFSK Sidoarjo, DFSK Jemursari, DFSK AR Hakim, dan berakhir di DFSK Kenjeran. Rute yang dilalui cukup beragam mulai dari jalan perkotaan yang ramai, macet, sempit hingga tol.

Sebuah pengalaman yang cukup menantang karena pikap yang dikendarai kali ini mengangkut muatan 1 ton lebih. Tentunya hal tersebut sangat mempengaruhi cara mengemudi baik pengaturan akselerasi (agar tetap efisien), deselarasi dan pengereman serta bermanuver.

Kekuatan torsi dari Super Cab bermesin 1.5L ini cukup mumpuni untuk akselerasi. Tidak perlu bukaan gas terlalu besar untuk bisa menggulirkan pikap dari kondisi diam.

Kemampuan rem memang tidak terlalu maksimal digunakan mengingat kecepatan tertinggi saat menjalani lomba adalah 60 km/jam. Plus deselarasi yang dilakukan pun benar-benar smooth karena menjaga momentum pergerakan mobil.

Setelah menempuh total waktu 2 jam 20 menit, dengan kecepatan rata-rata yang tercatat pada aplikasi My Track adalah 24,1 km/jam, akhirnya awak redaksi beserta rekan finish di dealer DFSK Kenjeran.

Panitia pun langsung melakukan pengisian ulang yang memakan waktu hampir 30 menit. Akhirnya mobil kami berhasil mencatat penggunaan bahan bakar 12,9 kpl. Raihan tersebut berhasil membawa kami menjadi pemenang dari 4 peserta lainnya.