Saat Yang Tepat Menyalakan Fog Lamp (Lampu Kabut)

Keselamatan menjadi hal yang sangat utama di perjalanan. Apalagi, saat ini kita memang sedang dihadapkan pada musim penghujan. Ketika intensitas hujan cukup deras, maka temperatur udara pun akan semakin turun menjadi lebih dingin, sehingga kerap menimbulkan kabut. Penglihatan pengemudi pun pasti akan sangat terbatas. Nah, disinilah kita akan sangat terbantu oleh penerangan dari lampu kabut (fog lamp).

Saat ini sebagian besar mobil produksi terbaru sudah dilengkapi lampu kabut (fog lamp). Produsen mobil biasanya meletakkan fog lamp di bumper depan bagian bawah, sebagai aksesoris standart yang wajib ada di setiap mobil. Lampu kabut atau fog Lamp dirancang sebagai lampu tambahan untuk meningkatkan intensitas cahaya dari lampu depan (headlamp) mobil, saat Anda berkendara dalam kondisi berkabut atau visibilitas pandangan sangat kurang akibat hujan deras atau cuaca ekstrem. Warna fog lamp yang paling cocok adalah kuning, sebab warna kuning adalah warna yang paling mampu menembus kabut.

Sebenarnya, lampu kabut itu tidak cukup terang untuk menggantikan lampu utama. Juga tidak bisa memberikan penerangan yang cukup baik untuk menjangkau tepian jalan. Akan tetapi tidak banyak orang tahu kegunaan lampu kabut (fog lamp) sesungguhnya. “Biasanya orang awam hanya tahu bahwa fog lamp (lampu kabut) adalah aksesori tambahan untuk membedakan fitur dan tingkat kemewahan sebuah tipe mobil dibandingkan tipe yang lain”, ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor” Solo.

Kita kerap menemukan kejadian salah kaprah dimana pengendara mobil dengan bangganya menyalakan lampu kabut pada malam hari yang cerah. Contoh salah kaprah lainnya misalnya menjelang petang, lampu utama tidak dinyalakan dan sebagai gantinya dengan menyalakan lampu senja ditambah lampu kabut. Bahkan yang lebih lucu, aksesori lampu yang belakangan ini sedang tren, yaitu daytime running lights (DRL) ikut dinyalakan bersama lampu kabut dan lampu utama pada malam hari. Alhasil, pengendara mobil di depannya dibikin silau dengan pendaran gemerlap cahaya lampu.

Pemilik mobil disarankan untuk tetap memasang lampu kabut standart resmi pabrikan. Bila pemilik mobil menggantinya dengan fog lamp hasil modifikasi, dikhawatirkan pemasangannya tidak presisi dan cenderung mengganggu pengendara lain dari arah berlawanan karena terpapar sorot lampu kabut (fog lamp) yang sangat tajam.

Saat yang tepat untuk menyalakan fog lamp adalah saat kondisi jalan sedang berkabut atau ketika hujan lebat terutama malam hari. Hal ini karena sorotan fog lamp cenderung fokus ke satu arah daripada pendaran cahaya headlamp yang lebih menyebar jauh ke arah depan. Jadi, fog lamp harus digunakan hanya dalam kondisi yang berkabut atau cuaca ekstrem, dan kemudian berhati-hatilah dalam berkendara. Jika kondisi cuaca berkabut atau ekstrem, jangan pernah mengemudi tanpa menyalakan fog lamp karena keselamatan Anda tidak terjamin.

Meski memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan lampu utama (headlamp) yang ukurannya jauh lebih besar dan lebih terang, intensitas cahaya dari fog lam (lampu kabut) mempunyai kemampuan lebih ampuh daripada headlamp dalam hal menembus jalan berkabut. Apalagi saat kita sedang melakukan perjalanan ke pegunungan yang setiap sore atau malam jalannya dipenuhi dengan kabut.

Banyak negara sangat melarang penggunaan fog lamp (lampu kabut) dalam kondisi selain kabut atau cuaca ekstream. Karena intensitas kecerahan cahaya dari fog lamp sebenarnya bisa membahayakan keamanan pengemudi lainnya, misal menyebabkan kerusakan mata dan dapat menyilaukan pengemudi lain dari arah berlawanan sehingga bisa menimbulkan kecelakaan.

Mengapa lampu kabut (fog lamp) sengaja diletakkan di bagian bawah bamper depan, yang kira-kira 50-60 centimeter di atas permukaan tanah? Alasannya, karena di tempat rendah umumnya cenderung minim adanya fog (kabut), hal itu disebabkan karena permukaan jalan masih menyimpan suhu panas dari sinar matahari yang diserap di siang hari. Dan juga adanya gesekan antara permukaan jalan dan permukaan ban dari banyak kendaraan yang lewat, sehingga juga menghasilkan panas pada permukaan jalan. Akibatnya, cahaya lampu kabut (fog lamp) mampu memberikan penerangan yang cukup, bisa berpenetrasi maksimal ke objek permukaan jalan di depannya dan tidak terdefleksi (memantul) meskipun lampu utama mobil terhalangi oleh kabut.

Ketika cuaca berkabut, cahaya lampu utama (headlamp) dapat menyilaukan pengemudi, karena cahaya tersebut akan kembali memantul ke pengemudi ketika mengenai partikel air di udara yang sering disebut “tembok putih”.

Karena desainnya yang unik, maka bentuk cahaya fog lamp atau lampu kabut berbeda dari lampu utama (headlamp). Cahaya lampu cenderung dipancarkan melebar ke depan dan mendatar, menciptakan “balok bar” pada simbol wifi atau seperti bentuk kipas lipat yang dibuka. Posisi fog lamp (lampu kabut) yang rendah di bagian depan mobil Anda juga membantu meningkatkan visibilitas pandangan dalam menerjang cuaca berkabut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Dampak Buruk Jika Sering Lupa Menurunkan Rem Tangan Mobil

5 Tanda Packing / Gasket Silinder Head Bocor Dan Waspadai Bahayanya

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya