Pahami Cara Kerja AC Mobil Anda

Setiap mobil hasil perakitan generasi terkini tentu telah dilengkapi dengan komponen AC (air conditioner). Fungsi air conditioner sangatlah vital, apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan arus lalu-lintas, AC (air conditioner) tentu bakal sangat menolong. Hembusan udara sejuk dari lubang kisi-kisi AC dapat mengusir kegerahan di dalam kabin mobil.

Cara kerja sistem AC (air conditioner) mobil adalah compressor AC akan digerakkan oleh mesin mobil melalui perantara belt, sehingga akan memompa dan mensirkulasikan media pendingin (freon) yang masih berbentuk gas bertekanan tinggi ke dalam sistem pendingin mobil.

Selanjutnya media pendingin freon tersebut dialirkan ke komponen kondensor (condenser). Didalam komponen kondensor ini, gas freon didinginkan dengan cara yaitu panas dilepaskan ke udara bebas melalui sirip-sirip kondensor (condenser). Sehingga keluar dari kondensor, freon sudah dalam keadaan dingin namun masih bertekanan tinggi. Dikarenakan temperaturnya telah menurun, maka media pendingin freon yang semula berbentuk gas dari kompresor, akan diubah menjadi media pendingin berbentuk cair.

Selanjutnya media pendingin cair tersebut dialirkan ke Filter (dryer) untuk dilakukan penyaringan dan pengeringan terhadap kandungan uap air yang ikut beredar didalam sistem. Freon yang sudah difilter ini, dialirkan ke katup expansi (expansion valve) untuk diturunkan tekanannya.

Pada komponen katup ekspansi ini akan terjadi efek spray yaitu efek keluarnya freon bertekanan tinggi menjadi tekanan lebih rendah melalui lubang sempit. Karena tekanan telah turun maka otomatis temperatur juga menjadi rendah. Penurunan tekanan akibat Efek spray ini menyebabkan media pendingin (freon) berubah wujud dari cair (sebelum expansion valve) menjadi kabut (setelah expansion valve) dengan temperatur yang rendah pula.

Peristiwa ini terjadi seperti pada sprayer parfum. Dimana ketika kita menyemprotkan parfum, maka akan terasa sejuk padahal suhu tabung parfum tidak sedingin yang dirasakan. Ini karena efek spray tadi.

Freon yang sudah turun tekanannya dan temperaturnya akan dialirkan ke evaporator, akibatnya evaporator ikut menjadi dingin. Udara yang mengalir melalui sirip-sirip evaporator panasnya akan diserap sehingga temperatur udara disekitarnya menjadi turun.

Udara yang sudah turun temperaturnya oleh blower AC dialirkan ke dalam ruang kabin kendaraan melalui lubang kisi-kisi AC sehingga suhu kabin terasa sejuk.

Sementara itu di dalam evaporator terjadi perubahan bentuk pada freon, yang semula berbentuk kabut dari katup expansi berubah menjadi gas pada evaporator. Media pendingin yang sudah dalam bentuk gas dari evaporator siap dihisap dan di sirkulasikan lagi ke dalam sistem secara terus menerus.

Dewasa ini, sistem pendingin mobil telah banyak menggunakan sistem AC doubel blower. Cara kerja antara AC doubel blower sama persis dengan AC single blower. Namun, untuk sistem AC double blower terdapat dua komponen evaporator, dua buah expansion valve dan dua buah blower fan.

Jadi freon dari filter/dryer, terlebih dahulu melewati sebuah saluran bypass yang membuat cabang. Dimana, yang satu menuju ke blower depan, dan satunya ke blower belakang. Sehingga sistem pendinginannya lebih cepat terjadi dan lebih maksimal daripada menggunakan sistem AC single blower.

Bila komponen vital seperti AC tidak dirawat dengan baik, maka bisa menimbulkan kegalauan bagi pengendara dan penumpang mobil tersebut. Untuk itu pastikan perawatan dan pengecekan berkala di bengkel mobil pilihan anda. Untuk bengkel mobil area Solo Raya dan Yogyakarta, anda dapat mempercayakan perawatan AC mobil anda di Bengkel Zaini Auto Motor Solo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Dampak Buruk Jika Sering Lupa Menurunkan Rem Tangan Mobil

5 Tanda Packing / Gasket Silinder Head Bocor Dan Waspadai Bahayanya

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya