Ini Perbedaan Mengisi Radiator dengan "Coolant" dan Air Biasa

Radiator merupakan salah satu komponen penting dari Sistem Pendingin Mobil. Dari radiator ini cairan pendingin ditampung, didinginkan dan didistribusikan ke seluruh jalur sirkulasi sistem pendingin.

Ketika kita melakukan service berkala di bengkel mobil, biasanya dilakukan pengisian air pada radiator mobil menggunakan cairan khusus atau coolant, bahkan ada juga yang hanya menggunakan air biasa. Secara fungsi antara cairan khusus (coolant) dengan air biasa, sebenarnya sama-sama untuk pendingin suhu di dalam mesin.

Saat di pagi hari dimana temperatur mesin masih dingin, sistem pendingin (cooling system) mobil anda belum akan bekerja walau mesin menyala. Alasannya karena mesin memerlukan panas tersebut agar kinerjanya efisien. Sehingga panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran terlebih dahulu digunakan untuk memanaskan semua komponen mesin.

Dalam fase ini, cairan khusus (coolant) atau air pendingin menyerap panas dan bersirkulasi hanya didalam dinding silinder blok mesin (water jacket), karena katup air (thermostat) masih tertutup sehingga tidak disalurkan ke radiator.

Saat suhu mesin mencapai 80-90 derajat celcius (195 farenheit), maka katup pada thermostat akan mulai terbuka yang menyebabkan sirkulasi coolant atau air pendingin dari mesin semakin luas hingga ke radiator. Sirkulasi pendinginan ini akan terus berlangsung karena adanya pompa air (water pump), sehingga temperatur mesin akan tetap terjaga dan tidak mengakibatkan over heating.

Selain menggunakan coolant atau air pendingin, sistem pendinginan mesin juga dibantu dengan adanya kipas radiator. Ketika suhu mesin terus meningkat melebihi suhu kerja (> 90 derajat celcius) maka kipas akan beraksi untuk mengalirkan aliran udara melewati sirip-sirip radiator.

Lantas, sebaiknya bagus menggunakan coolant atau air biasa? Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor Solo (Jawa Tengah), masing-masing memiliki perbedaan. Air mineral dan cairan khusus radiator (coolant) memiliki kandungan berbeda, sehingga mempengaruhi kemampuan yang berbeda pula untuk menurunkan temperatur mesin. 
Listiyono menjelaskan, air biasa tidak bisa semaksimal coolant untuk mendinginkan temperatur mesin. 

“Karena coolant merupakan cairan khusus yang dirancang dengan berbagai bahan tambahan, sehingga sanggup menjaga suhu ruang bakar mesin. Selain itu coolant juga mampu untuk menahan korosi atau keausan di dalam saluran sistem pendinginan radiator” ungkap Listiyono.

Bukan sekedar itu, manfaat menggunakan coolant (cairan khusus) itu juga bisa meminimalisir terjadinya endapan yang bisa berpotensi tersumbatnya berbagai komponen dari saluran sistem pendinginan, dibandingkan dengan air biasa. Tetapi, tentu saja bicara keterjangkauan dan ekonomis, air biasa punya kelebihan yang tidak terbantahkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Dampak Buruk Jika Sering Lupa Menurunkan Rem Tangan Mobil

5 Tanda Packing / Gasket Silinder Head Bocor Dan Waspadai Bahayanya

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya