Bila Mobil Terkena Banjir Atau Tsunami, Wajib Lakukan Ini

Indonesia kembali dilanda bencana tsunami, kali ini menghantam pesisir selat Sunda (Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran), terkhusus di wilayah pantai Anyer, Kabupaten Pandeglang, Banten. Lokasi terjadinya tsunami ini tak jauh dari Ibukota Jakarta.

Berdasarkan data sementara dari posko BNPB hingga pukul 07.00 WIB hari Senin (24/12/2018), sudah tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, 420 perahu-kapal rusak dan 71 mobil rusak. Kemungkinan data korban dan kerusakan masih akan bertambah mengingat belum semua berhasil didata.

Gelombang tsunami kali ini, masih menimbulkan banyak pertanyaan dan masih dalam penyelidikan tentang penyebab terjadinya. BMKG menduga peristiwa gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda tersebut, dipicu oleh gelombang tinggi akibat faktor cuaca di perairan Selat Sunda dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sedangkan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga telah merilis citra radar yang menunjukkan adanya perubahan permukaan sekitar 357 meter dan 1.800 meter. Ini merupakan bukti bahwa ada sekitar 64 hektar area yang hilang atau longsor ke laut, yang merupakan area yang labil dan jika longsor tentu dapat memicu tsunami.

Selain memakan korban jiwa, juga menyebabkan kerusakan beberapa rumah, hotel, kendaraan bermotor milik pengunjung dan milik warga, yang saat itu sedang menikmati liburan Natal dan tahun baru.

Lalu apa saja kerusakan yang mungkin dialami mobil ketika terkena terjangan tsunami dan terendam air banjir?

Jika suatu saat kendaraan Anda terkena imbas terjangan tsunami atau banjir, ada baiknya jangan memaksakan diri anda untuk langsung bergegas mengendarai mobil Anda, apalagi bila kondisinya mobil juga sempat terendam air. Tidak disarankan untuk untuk mencoba menghidupkan mesin kendaraan. Hal ini sangat riskan dan akan menambah berat kerusakan pada komponen utama mobil. Mobil yang terendam banjir butuh penanganan khusus, karena sudah pasti banyak komponen yang terkena air dan bercampur dengan lumpur, harus dibersihkan kemudian dikeringkan, terutama sistem kelistrikan.

“Ini wajib hukumnya, setelah terendam air maka mobil pantang untuk langsung dinyalakan karena kemungkinan air juga masuk ke sektor kelistrikan seperti electronic control unit (ECU) yang terpasang pada mobil-mobil terdampak banjir atau tsunami,” ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor” Solo.

ECU pada mobil merupakan sistem pengontrol pada mobil yang terdiri dari rangkaian elektronika dan software, yang bertugas membaca sensor-sensor pada mesin, kemudian memerintahkan aktuator untuk bekerja. Berbagai kontrol mesin dan keamanan mobil biasanya terintegrasi di dalam Electronic Control Unit (ECU) atau Engine Control Module (ECM).

Bila pemilik mobil memaksa untuk langsung menyalakan mobil yang telah terendam, maka yang rusak bukan hanya electronic control unit (ECU) saja. Beberapa komponen terkait kelistrikan bisa juga mengalami kerusakan seketika, apalagi dalam hal ini merupakan rendaman air laut yang memiliki sifat korosif karena kandungan unsur garam yang tinggi. Dampaknya akan sangat merugikan bagi pemilik mobil, karena secara biaya akan besar dengan kerusakan yang menjalar.

“Intinya jangan coba-coba langsung starter mobil, karena efek dari rendaman air bisa saja bukan hanya ke listrik tapi masuk ke dalam mesin hingga bagian transmisi, sebaiknya memang langsung dievakuasi ke bengkel mobil untuk dilakukan pengecekan lebih detail termasuk pembersihan,” ucap Listiyono.

Ada beberapa komponen yang harus dikeringkan serta dibersihkan, setelah mobil terendam tsunami atau banjir yaitu bagian busi, coil, alternator, saluran udara (air filter), dinamo starter, V-belt dan seluruh rangkaian kabel kelistrikan. Pastikan semuanya dalam kondisi bersih dan kering. Karena kalau tidak, bisa mengganggu kinerja mobil saat dikendarai.

Selain itu perlu juga melakukan pergantian oli mesin. Apabila diperlukan mesin harus dikuras atau dilakukan turun mesin, untuk memastikan seluruh komponen dalam mesin tetap baik. Serta memastikan ada kotoran atau sisa air yang menempel di ruang bakar mesin. Prosedur pengurasan oli mesin untuk mobil yang terendam banjir atau terdampak tsunami adalah melakukan pembersihan pada ruang oli dan ruang mesin untuk mengeluarkan air dan oli yang kemungkinan tercampur, kemudian isi kembali oli, lakukan secara berulang hingga air dalam mesin yang ikut dalam oli benar-benar hilang.

Selanjutnya, yang harus dibersihkan tangki bahan bakar untuk menghilangkan air yang kemungkinan masuk ke dalam sistem bahan bakar selama mobil terkena terjangan tsunami atau terendam air banjir.

Adapun yang mesti dilakukan pemilik mobil sebagai langkah awal mengurangi kerusakanlanjutan akibat efek tsunami air laut atau rendaman Air banjir pada interior / eksterior (body) mobil bisa melakukan pencegahan awal.

“Air laut, air Rob atau air banjir biasanya mengandung garam yang tinggi, efeknya sudah tentu buruk bagi body kendaraan yang rata-rata materialnya besi karena bisa mengundang korosi. Bila belum ada penanganan atau evakuasi untuk membawa mobil ke bengkel mobil, pemilik sebaiknya lebih dulu membilas bodi mobil dengan air biasa” imbuh Listiyono

Karena air laut yang terlalu lama melekat pada bodi bisa saja membuat cat menjadi kusam. Lama kelamaan bila mengendap akan menjadi pemicu timbulnya karat hingga korosi (keropos). Dengan melakukan pembilasan menggunakan air biasa maka setidaknya bisa menetralisir efek negatif dari air laut. Sementara bila air laut sampai merendam bagian interior, maka pembersihan interior wajib dilakukan, karena area bawah mobil juga terbuat dari material yang sensitif dengan karat.

“Kalau sampai mengenai interior, sebaiknya jangan terlalu lama dibiarkan. Mintalah pihak bengkel mobil untuk segera mengevakuasi mobil ke bengkel, bisa dengan diderek atau menggunakan truk gendong. Setelah dibersihkan, baiknya cek juga komponen kaki-kaki, karena hampir semua materialnya terbuat dari besi,” ucap Listiyono.

Terakhir, penanganan pada komponen panel interior dan lampu. Karena biasanya arus listrik pada lampu juga rentan akan hubungan arus pendek atau korsleting. Selanjutnya pengecekan pada AC (air conditioner), wiper, door trim, klakson, karpet dek dan jok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Dampak Buruk Jika Sering Lupa Menurunkan Rem Tangan Mobil

5 Tanda Packing / Gasket Silinder Head Bocor Dan Waspadai Bahayanya

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya