7 Tips Ampuh Merawat Wiper Agar "Awet Muda"

Belakangan ini curah hujan di sejumlah daerah di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan intensitas dari sedang hingga tinggi. Mengendarai mobil di tengah kondisi curah hujan yang tinggi cukup membahayakan karena jarak pandang (visibilitas) jadi sangat terbatas akibat derasnya hujan.

Supaya pengendara tetap aman dalam mamacu mobilnya, maka berkendara saat hujan memerlukan bantuan wiper guna menjaga pandangan ideal dari kaca depan. Jadi jangan abaikan untuk tetap merawat wiper, agar komponen ini bisa berfungsi semaksimal mungkin. Kaca depan mobil (windshield) selain berfungsi untuk penepis angin, aerodinamis, juga merupakan media pendukung visibilitas dalam berkendara anda. Apabila kaca mobil tersebut kotor dan bernoda, pandangan pengemudi akan sangat terganggu yang menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan membahayakan dalam berkendara. Pada titik inilah fungsi wiper menjadi sangat penting sehingga tidak dapat disepelekan begitu saja.

Kinerja wiper yang buruk akan menjadi masalah saat mengemudi di tengah guyuran hujan. Karet wiper yang telah rusak, akan mengeras dan getas, menyebabkan pembersihan air di kaca menjadi tidak maksimal, bahkan akan berpotensi menimbulkan goresan-goresan pada kaca mobil.

Lalu, bagaimana caranya agar wiper mobil anda tetap dalam kondisi “Awet Muda” dan selalu prima? Inilah 7 tips mudah merawat wiper :

Jaga Elastisitas Karet Wiper Dan Hindarkan Dari Panas Kaca

Hal paling mudah dalam merawat wiper adalah dengan membiasakan mengangkat wiper dari kaca saat mobil harus diparkir di tempat yang langsung terpapar langsung terik sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Panas sinar matahari akan otomatis meningkatkan temperatur pada permukaan kaca depan mobil, yang kemudian akan diserap oleh karet wiper. Bayangkan jika karet dipanaskan terus-menerus, tentu menjadikannya cepat rusak.

Jika mobil terus-terusan terkena panas, karet tersebut pun akan semakin cepat mengering dan pecah. Oleh karena itu, saat Anda memarkirkan mobil di tengah cuaca panas, ada baiknya mengganjal atau mengangkat wiper selama ditinggalkan. Hal ini dapat mencegah panas dari kaca mengenai karet secara langsung.

Membersihkan Karet Wiper

Selain itu jangan operasikan wiper saat kaca penuh debu atau kotoran yang mengering, bisa berakibat merusak karet wiper. Pemilik mobil dianjurkan membersihkan karet wiper secara berkala walaupun jarang digunakan. Caranya, sediakan alkohol kemudian tuangkan sedikit pada kain halus. Usahakan pilih kain yang berwarna cerah. Bagian kain yang telah mengandung alkohol diusapkan pada permukaan karet wiper secara searah memanjang. Ulangi beberapa kali dan pastikan tidak ada lagi noda kotoran menempel pada kain.

Alkohol berfungsi membersihkan kotoran dan minyak yang menempel pada karet sekaligus dapat mempertahankan elastisitasnya. Perlu diingat, hanya bagian permukaan karet wiper saja yang perlu dibersihkan, karena pada tepian karet wiper biasanya terkandung senyawa kimia yang berfungsi menjaga fleksibilitas karet wiper.

Berhati-hati Saat Mencuci Wiper

Saat kita mencuci mobil, bagian wiper biasanya tak terlewatkan untuk dibersihkan. Ternyata anda harus hati-hati saat membilas bagian karetnya, sebab pada permukaan karet wiper terdapat cairan khusus yang berfungsi sebagai pelindung serta pelembap.

Cara mencuci dan merawat wiper yang benar adalah, jangan bilas karet wiper dengan sabun cuci mobil. Cukup siram dengan air bersih saja dan jangan lap permukaan karetnya. Biarkan air mengering sendiri dengan menegakkan wiper setelah dicuci.

Periksa Cairan Wiper Secara Berkala

Di dalam ruang mesin terdapat satu tangki khusus untuk cairan pembersih kaca mobil, yang pada umumnya diisi dengan air mineral biasa. Cairan penyemprot kaca juga membantu kinerja wiper menjadi lebih maksimal sehingga harus turut diperhatikan. Jangan sampai tangki penyimpanan kosong, serta gunakan cairan khusus untuk penyemprot kaca.

Ada baiknya bila Anda mengisi tangki tersebut dengan cairan pembersih khusus yang ditambah dengan air. Cairan khusus pembersih kaca mobil biasanya memiliki kandungan yang membuat kaca mobil menjadi licin. Cairan ini pun dapat membuat kaca terlindungi dari goresan kotoran saat wiper bekerja, sehingga membuat wiper tidak mudah rusak. Jangan gunakan cairan sembarangan (contoh: campuran sabun) karena berpotensi menimbulkan masalah seperti kaca berderit, kaca buram atau kaca menjadi terlalu licin sehingga kinerja wiper kurang optimal. Hindari juga pemakaian wax pada kaca depan, yang juga akan menghambat kinerja dari wiper.

Menyetel Penyemprot air Kaca Depan

Penyemprot air (washer jet) adalah berupa nozzle plastik yang terletak tepat bagian tengah kap mesin atau diujung antara kap mesin dengan kaca depan. Nosel ini harus menyemprotkan cairan pembersih kaca depan pada berbagai tingkatan kecepatan mengemudi Anda. Jadi penyelarasan (penyetelan) yang tepat dari nosel ini sangat penting agar sistem berfungsi dengan baik.

Penyemprot air (washer jet) adalah salah satu bagian dari sistem pembersihan kaca mobil yang secara langsung mudah terkena debu, kotoran, daun, lilin, salju dan benda lain, sehingga dapat dengan mudah menyumbat lubang penyemprot air (washer jet) tersebut.

Penyemprot air wiper yang telah disetel dengan tepat memungkinkan Anda untuk dengan cepat menghilangkan debu dan kotoran lain yang biasanya menempel di kaca depan mobil. Beberapa gejala yang mungkin terjadi pada penyemprot air yang bekerja tidak sesuai fungsinya, sebenarnya biasa disebabkan oleh kotoran, debu dan benda lain yang dapat menyumbat lubang nosel penyemprot air tersebut. Juga jika Anda menggunakan air dari tangki air (reservoir) pembersih kaca dalam suhu yang di bawah titik beku, seluruh sistem pembersih kaca mungkin tidak beroperasi dengan baik dan itu termasuk komponen washer jet pada washer nozzle.

Apabila saluran penyemprotan (washer nozzle) macet atau tidak berfungsi optimal, coba bersihkan menggunakan jarum, peniti, atau klip kertas. Cukup colok pada lubang kecil penyemprot untuk membersihkannya. Cara tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur arah semprotan sehingga cairan akan mendarat di kaca yang dilalui oleh wiper blade.

Cek Kondisi Wiper

Untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan karet wiper bisa dilakukan dengan memastikan bahwa permukaan karet yang menempel pada kaca dapat bergerak ke arah yang berlawanan saat menyeka. Pastikan kondisinya masih cukup lentur dan fleksibel. Pada kondisi yang optimal, wiper akan mampu menyeka butiran-butiran air secara maksimal.

Kemudian, Anda bisa meraba permukaan karet untuk mendeteksi kondisi karet wiper. Apabila kondisi karet wiper sudah kaku, keras, atau permukaannya kasar, sudah saatnya Anda mengganti wiper.

Atau lakukan cara sederhana ini untuk mencoba apakah wiper masih layak dipakai, yaitu dengan menyemprotkan air pembasuh dari washer nozzle ke kaca. Lalu cobalah nyalakan wiper untuk menyeka air semprotan tadi, perhatian dengan seksama. Wiper yang rusak selalu meninggalkan jejak, dan guratan saat menyeka air. Hal ini dapat sangat mengganggu jika mobil harus melaju di tengah guyuran hujan pada malam hari. Pantulan lampu dari kendaraan dari arah berlawanan akan membias di antara jejak butiran air tersebut. Maka hasilnya, padangan pengemudi pasti sangat terganggu.

Ganti Wiper Secara Rutin

Lakukan pengecekan menyeluruh kondisi wiper secara rutin, jika karet wiper sudah mulai aus / getas biasanya akan menimbulkan bunyi yang mengganggu, seperti berderit saat digunakan. Jika semua indikasi itu ada, mungkin sudah waktunya Anda mengganti wiper.

Dalam mengganti wiper, ada dua hal yang perlu diketahui karena pilihan wiper sangat beragam.

Pertama, Anda ganti satu set utuh batang wiper (wiper blade assy) yang dijual seperti standar pabrikan yaitu termasuk karet dan lengkap dengan bilah dudukan karetnya. Jenis ini pun dijual dalam berbagai merk dan kualitas. Jika mengganti satu set, perlu diperhatikan jenis wiper dan jangan lupa perhatikan ukuran panjang karet wiper, biasanya menggunakan satuan inchi. Pastikan memilih wiper yang cocok dengan jenis mobil Anda karena setiap mobil memiliki ukuran wiper yang berbeda-beda. Perhatikan, saat menggantinya sendiri pastikan Anda mempelajari mekanisme dan mengingat posisinya. Jika tidak mau repot, cukup pergi ke bengkel mobil untuk penggantian wiper satu set.

Yang kedua, cukup dengan mengganti karet re-fill-nya saja. Semua itu tergantung pertimbangan kebutuhan dan dana. Cara ini merupakan cara hemat karena harganya tidak semahal ketika Anda menggantinya satu set. Harga karetnya berkisar mulai Rp 50.000, sampai ratusan ribu. Tergantung merek dan tentunya kualitasnya. Jika anda kesulitan menemukan karet yang sesuai di aftermarket, maka anda bisa mengunjungi bengkel mobil resmi dan menanyakan ketersediaan karet wiper untuk mobil Anda.

Pilihlah wiper dengan karet yang berkualitas, jangan yang ‘murahan’, karena wiper berkualitas tentu akan lebih awet dan bekerja lebih baik. Usia pakai rata-rata wiper mulai dari enam bulan hingga maksimal setahun, tergantung pemakaian. Jadi, jika usia karet wiper Anda sudah melewati anjuran waktu tersebut, jangan ragu untuk segera menggantinya dengan yang baru.

Sebagai catatan, kaca depan perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum memasang wiper baru dan sebaiknya Anda mengganti semua wiper sekaligus, termasuk wiper belakang, ketimbang satu-persatu. Hal tersebut dimaksudkan agar kinerja wiper keseluruhan menjadi lebih optimal.

Kualitas kerja wiper pun akan tergantung pada kondisi dudukan (wiper blade) dan lengan wiper (wiper arm). Jika sapuan dan tekanan lengan wiper melemah, maka otomatis air yang didorong pun tak akan maksimal. Jika ketegangan lengan wiper sudah melemah, sehingga permukaan karet tak menapak dengan baik di atas kaca, maka mengganti karet wiper tak akan mejadi solusi. Lengan wiperlah (Wiper arm) yang harus diganti.

Nah, itulah 7 tips merawat wiper agar awet muda. Jika mobil anda membutuhkan perawatan wiper tetapi tidak cukup waktu dan kesulitan melakukannya sendiri, maka jangan ragu untuk reservasi / booking service di bengkel mobil Zaini Auto Mobil Solo. Dimana para mekaniknya siap datang ke rumah dan kantor anda, tanpa perlu repot datang langsung ke bengkel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Dampak Buruk Jika Sering Lupa Menurunkan Rem Tangan Mobil

5 Tanda Packing / Gasket Silinder Head Bocor Dan Waspadai Bahayanya

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya